Pencarian Dengan Google Melalui Website Ini

Friday, January 16, 2009

Resiko Terhadap Pekerja Outdoor

Para pekerja dengan pekerjaan di luar gedung sering terpapar berbagai macam tipe resiko bahaya yang tergantung pada tipe perkerjaan, geografi wilayah, waktu dan lamanya berada di luar ruangan. Sektor-sektor industri dengan outdoor worker ( bekerja di luar ruangan ) termasuk didalamnya bidang pertanian, kehutanan, perikanan, konstruksi, pertambangan, transportasi, warehousing, utility dan sektor-sektor pelayanan. Yang termasuk para pekerja outdoor antara lain petani, pekerja hutan, landscapers, pekerja gedung olah raga, tukang kebun, pelukis, roofers ( mengatapi ), pembuat jalan, pekerja konstruksi, buruh, mekanik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan waktunya di luar ruangan. Pemberi kerja perlu memberikan latihan bagi [ara pekerja outdoor tentang resiko bahaya tempat kerja, termasuk mengiidentifikasi resiko bahaya dan merekomendasikan untuk pencegahan dan udaha penegndalian terhadap resiko paparan.
Resiko bahaya fisik terhadap para pekerja outdoor mungkin termasuk panas yang ekstrim, dingin yang ekstrim, kebisingan, kilat, dan radiasi ultraviolet. Kondisi panas yang terlalu ekstrim dapat menyebabkan heat stroke, heat cramps, heat exhaustion, heat rash, dan masalah-masalah lainnya. Kondisi-kondisi dingin yang terlalu ekstrim dapat menyebabkan hypothermnia, frostbite dan masalah kesehatan lain. Paparan bising yang terlalu banyak bisa menyebabkan perubahan sementara pada pendengaran atau bunyi sementara pada telinga pekerja (tinnitus). Paparan yang berulang-ulang sampai bunyi yang nyaring dapat menjadi gangguan permanen, kehilangan pendengaran yang tidak bisa disembuhkan, atau tinnitus. Paparan kilat membunuh sekitar 80 orang di amerika serikat tiap tahunnya dan ratusan orang dengan luka. Diantara para pekerja konstruksi dan para buruh, mekanik, para insinyur (engineers), roofers, pipefitters tersekena kilat yang sering terjadi saat bekerja. Radiasi ultra violet dapat menyebabkan masalah-masalah seperti terbakarnya kulit, dan kanker kulit.

Resiko-resiko dari faktor biologis termasuk didalamnya penyakit yang dibawa oleh vector (vector borne diseases), serangga dan margasatwa liar, beberapa tumbuhan yang beracun. Penyakit-penyakit melalui vektor bisa disebarkan atau di tularkan oleh serangga, seperti nyamuk dan vektor tick (tick borne disease). Pada saat nyamuk mengigit seorang pekerja, hal tersebut bisa memindahkan penyakit yang disebabkan oleh agent (penyebab), seperti parasit, bakteri atau virus.Berikut beberapa penyakit yang dibawa oleh nyamuk (Mosquito-borne diseases) termasuk West Nile Virus, St. Louis encephalitis, Eastern equine encephalitis, western equine encephalitis dan LaCrosse encephalitis. Beberapa penyakit Tick-borne diseases termasuk, babesiosis, Lyme diseases, ehrlichiosis, Rocky Mountain spotted fever, southern tick-associated rash illness, tularemia, tick-borne relapsing fever, anaplasmosis, Colorado tick fever, Powassan encephalitis, and Q fever.

Para pekerja outdoor di amerika serikat bisa terpapar berbagai tipe paparan dari serangga dan hewan rimba yang beracun. Ular beracun, laba-laba, kala jengking, dan serangga penyengat dapat ditemukan pada wilayah geografi yang beragam. Hewan-hewan tersebut secara khusus berbahaya bagi pekerja yang mempunyai alergi terhadap binatang. Shock anaphylactic adalah beberapa reaksi alergi tubuh terhadap suatu gigitan atau sengatan and memerlukan perawat darurat secepatnya. Ribuan orang tersengat tiap tahunnya dan sebanyak 40-50 orang di amerika meninggal tiap tahun karena reaksi alergi. Ular-ular berbisa di amerika serikat diantaranya rattlesnakes, copperheads, cottonmouths atau water moccasins (ular air yang berbisa) dan coral snakes (ular karang). Beberapa Serangga penyengat antara lain bees (lebah), wasps (tawn), hornest dan semut api (hobo spider). Beberapa laba-laba beracun diataranya black widows, brown recluse spiders, and hobo spiders.

Pepohonan (tanaman) beracun yang ditemukan di amerika serikat diataranya poison ivy, poison oak, and poison sumac. Tanaman atau pepohonan tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi jika daun atau tangkainya rusak dan kontak dengan kulit pekerja. Tanaman atau tunbuhan tersebut dapat juga berbahaya jika tanaman atau tumbuhan terbakar dan racun yang ada pada tumbuhan terhirup oleh pekerja. Hampir sepertiga dari pekerja kehutanan dan pemadam kebakaran yang memadamkan kebakaran hutan di california, oregon dan washington berkembang ruam atau iritasi paru kronik dari kontak dengan racun tanman poison oak, yaitu tanaman beracun yang paling umum di wilayah tersebut.

Pekerja outdoor mungkin menghadapi resiko lain di samping resiko biologi dan fisik. Mereka mungkin bisa terpapar oleh pestisida atau bahan berbahaya dari bahan kimia, trauma kecelakaan, atau resiko kesehatan dan keselamatan yang tergantung pada tugas dan pekerjaan yang spesifik atau khusus. Bagi para pemberi kerja sebaiknya memberikan pelatiahn bagi pekerja outdoor tentang resiko bahaya di tempat kerja, termasuk didalamnya mengidentifikasi bahaya dan merekomendasikan adanya usaha pencegahan dan poengendalian adanya paparan terhadap para pekerja.

Source : http://sehat-info.blogspot.com/2008/04/resiko-terhadap-pekerja-outdoor.html

No comments:

Post a Comment


Search Engine Optimization and SEO Tools