Vasektomi adalah suatu tindakan operasi yang bertujuan untuk membuat seorang pria tidak dapat membuat seorang wanita mengalami kehamilan. Vasektomi berkaitan dengan pemotongan dua saluran yang disebut dengan vas deferens sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam air mani.
Bagaimana vasektomi dilakukan?
Vasektomi biasanya dilakukan oleh seorang dokter pada pusat-pusat bedah rawat jalan. Operasi vasketomi memakan waktu kurang lebih sekitar 30 menit sampai satu jam. Selama menjalani operasi pasien akan tetap dalam keadaan sadar dan hanya mendapatkan anestesi lokal pada daerah skrotum sebelum dilakukan operasi vasektomi.

Setelah pemberian suntikan anestesi lokal, dokter akan memulai melakukan operasi dengan melakukan insisi atau sayatan kecil pada satu sisi skrotum dan menarik bagian vas deferens keluar. Pada saat dilakukan tarikan vas deferens anda mungkin akan merasakan tarikan dan hentakan tersebut.
Sebagian kecil vas deferens akan dipotong dan selanjutnya vas deferens akan ditutup dengan menjahitnya dan membakarnya atau dengan menggunakan metoda lainnya untuk mengeringkan dan menghentikan perdarahan yang terjadi. Demikian juga pada satu bagian vas deferens lainnya akan dilakuan prosedur yang sama.
Seteleah pemotongan dan penutupan kembali vas deferens, dokter akan menutup luka sayatan dengan menjahitnya. Luka sayatan atau inisisi kecil akan meengering dan hilang dengan sendirinya setelah 3-10 hari.
Keefektifan Vasektomi dalam mencegah kehamilan.
Vasektomi mungkin merupakan cara yang paling aman, paling efektif dalam upaya mengontrol angka kelahiran (pencegahan kehamilan). Hanya sekitar 15 dari 10.000 pasangan dapat mengalamai kehamilan pada tahun pertama setelah operasi vasektomi dilakukan.
Jangan melakukan operasi vasektomi kecuali anda yakin bahwa anda tidak ingin mempunyai anak dimasa yang akan datang. Mungkin anda perlu menunggu waktu yang tepat untuk melakukan vasektomi guna mencegah kehamilan dan membatasi jumlah anak.
Apakah vasektomi bisa dikembalikan ke keadaan sebelumnya.?
Beberapa kasus vasektomi dapat dibalikkan, akan tetapi perlu dilakukan upaya pembedahan dengan biaya yang mahal dan biasanya tidak ditanggung oleh pihak asuransi serta prosedurnya dilakukan di rumah sakit. Meskipun kebanyakan pria setelah pembalikkan dari vasektomi dapat melakukan ejakulasi sperma, namun kebanyakan tidak dapat membuahi telur (ovum).
Persiapan Vasektomi
Pada hari akan dilaksanakan operasi vasektomi:
- Sebelumnya pastikan bahwa daerah yang akan dioperasi sudah anda bersihkan. Dokter akan memberikan instruksi bagaimana cara membersihkan area kelamin anda dengan benar.
- Selain itu karena sifat operasinya rawat jalan yang perlu disiapkan adalah bawa anggota keluarga anda untuk mengantar anda pulang setelah operasi vasektomi selesai.
- Tepat setelah operasi vasektomi selesai dokter akan meminta anda untuk berbaring selama beberapa jam dengan memakai kompres dingin menggunakan kantong es pada daerah skrotum.
- Anda akan mempunyai luka memar karena sayatan insisi pada area skrotum. Luka tersebut lama kelamaan akan mengering dan menghilang dengan sendirinya kurang lebih memakan waktu 2 minggu.
- Anda akan merasa kembali normal dalam waktu beberapa minggu setelah operasi vasektomi.
Konsumsi obat sebelum dan setelah operasi
- Jangan mengkonsumsi obat aspirin, ibuprofen (nama merek:Advil, Motrin, Nuprin), ketoprofen (Orudis), atau naproxen (Aleve). Semua obat-obat tersebut berefek pada encernya darah dan bisa mendorong dan dapat menyebabakan mudahnya perdarahan.
- Konsumsilah Acetaminophen (Tylenol) untuk mengurangi dan menghilangkan rasa sakit.
Kapan dapat kembali bekerja pasca operasi vasektomi
- Jika pekerjaan anda adalah pekerjaan diatas meja atau dengan kata lain kantoran, anda dapat kembali bekerja setelah beberapa hari pasca operasi vasektomi.
- Jika pekerjaan anda berhubungan dengan pekerjaan fisik seperti berjalan dan aktifitas fisik lainnya, sebaiknya tanyakan dan konsultasikan dengan dokter kapan sebaiknya anda dapat kembali bekerja seperti sediakala.
Apakah vasektomi dapat langsung bekerja (dalam mencegah terjadinya kehamilan)
Jawabnya adalah tidak, vasektomi tidak dapat langsung bekerja seketika setelah operasi dilaksanakan. Seseorang dengan vasektomi perlu untuk ejakulasi 15-20 kali untuk pembersihan sperma dari kedua vas deferens yang ditutup. Jadi karena alasan tersebut, maka sebaiknya tetap menggunakan metode-metode untuk mencegah kehamilan jenis lainnya (KB, Kondom, dll) untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Dokter akan meminta sampel dari ejakulasi (pasca vasektomi) untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah hasil pemeriksaan 2 sampel ejakulasi diperiksa dan dipastikan tidak dapat menimbulkan kehamilan, saat itulah vasektomi dapat bekerja dengan baik untuk mencegah timbulnya kehamilan.
Proses diatas biasanya akan memakan waktu kurang lebih 3 bulan atau lebih.
Resiko dan Komplikasi vasektomi
Beberapa masalah, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi setelah vasektomi diantaranya:
- Timbulnya perdarahan atau hematom pasca operasi
- Infeksi pada kulit scrotum karena proses operasi yang menyalahi prosedur
- Nyeri lokal pasca operasi.
- Granuloma sperma, karena timbulnya benjolan pada kedua ujung vas deferens yang kenyal dan terasa nyeri.
Hubungi dokter jika terjadi hal-hal seperti dibawah ini:
- Demam
- Bengkak yang tidak bisa kempes dan menjadi lebih parah
- Timbul gangguan pada proses dan sistem buang air kecil (sistem perkemihan/urinaria)
- Timbul pembengkakan pada scrotum
- Perdarahan pada luka sayatan (insisi) yang tidak dapat berhenti bahkan setelah 10 menit dilakukan pemberian kain kasa pada luka untuk menghentikan perdarahan tersebut.
Kondisi atau keadaan Sperma setelah dilakukan vasektomi
- Sperma tidak dapat masuk ke vas deferens
- Testikel (testis) akan memproduksi sperma dalam jumlah kecil
- Tubuh akan menyerap sperma yang dibuat.
Vasektomi dan Kehidupan atau dorongan seksual
- Setelah anda sembuh dari vasektomi, kehidupan seks anda seharusnya tidak berubah sedikitpun.
- Anda akan tetap dapat ejakulasi semen hampir dalam jumlah yang sama seperti sebelum dilakukan vasektomi
- Vasektomi tidak mempengaruhi dorongan seksual anda.


No comments:
Post a Comment